Mengangkat Isu Global Melalui Kitab Kuning: Halaqah Fiqih Peradaban II Sukses Digelar di Pondok Pesantren Al-Qur'an Safiinatunnaja Wonosobo
Wonosobo, Senin, 11 Desember 2023 M / 27 Jumadil Awal 1445 H – Pondok Pesantren Al-Qur'an Safiinatunnaja di Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, menjadi tuan rumah salah satu rangkaian kegiatan akbar nasional, yakni Halaqah Fiqih Peradaban II. Acara yang diselenggarakan pada Desember 2023 lalu ini merupakan inisiatif strategis Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) dalam upaya merespons dinamika global melalui kacamata fikih peradaban.
Kegiatan ini secara resmi diluncurkan di Situbondo pada Oktober 2023, dan melibatkan ratusan pondok pesantren di seluruh Indonesia, termasuk Pesantren Safiinatunnaja, untuk mendiskusikan dan merumuskan pandangan keagamaan yang kontekstual terhadap tantangan zaman modern.
Merumuskan Fikih yang Kontekstual
Halaqah Fiqih Peradaban II mengusung misi penting: mentransformasi cara pandang NU dalam mengontekstualisasikan warisan intelektual Islam klasik, yang tertuang dalam kitab kuning, agar relevan dengan isu-isu kontemporer.
Di bawah bimbingan para Kiai dan Gus dari berbagai daerah, peserta di Pesantren Safiinatunnaja mendalami berbagai materi diskusi, mulai dari isu lingkungan, kemanusiaan, hingga tatanan sosial global. Fokus utama halaqah ini adalah menghasilkan kerangka fikih yang tidak hanya kuat secara dalil naqli (tekstual), tetapi juga adaptif terhadap realitas ‘urf (kebiasaan lokal) dan mashlahah mursalah (kemaslahatan umum).
Semarak Diskusi dan Antusiasme Peserta
Acara di Safiinatunnaja berlangsung semarak dengan sesi diskusi panel, focus group discussion (FGD), dan mudzakarah (diskusi mendalam) yang intens. Para santri, asatiz, serta perwakilan lembaga NU lokal tampak antusias mengikuti setiap sesi, menunjukkan komitmen kuat komunitas pesantren dalam berkontribusi pada diskursus keagamaan nasional.
"Kegiatan ini sangat vital untuk memastikan ajaran Islam tetap relevan dan mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan peradaban saat ini," ujar salah satu narasumber dalam acara tersebut.
Komitmen Pesantren Safiinatunnaja
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur'an Safiinatunnaja menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh PBNU untuk menjadi bagian dari sejarah perumusan fikih peradaban jilid kedua ini. Partisipasi aktif pesantren dalam kegiatan ini menegaskan peran strategis institusi pendidikan tradisional dalam mencetak generasi ulama yang moderat, adaptif, dan berwawasan global.
Rangkaian kegiatan Halaqah Fiqih Peradaban II diharapkan dapat menjadi pijakan kuat bagi PBNU untuk menyusun rekomendasi kebijakan keagamaan yang akan dibawa ke forum Muktamar atau forum-forum penting lainnya di masa mendatang.
Untuk melihat dokumentasi lengkap atau informasi lebih lanjut mengenai kegiatan di Pondok Pesantren Al-Qur'an Safiinatunnaja, silakan kunjungi laman resmi mereka di SafiinatunNaja